Sungai Kampar Kiri melintas di sebuah wilayah
sepanjang aliran sungai yang tak kalah menariknya dengan Gunung Sahilan. Menarik karena wilayah ini biasanya hanya dikenal oleh para hobbyist atau penggemar wisata memancing. Wilayah ini terletak diantara Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan, tepatnya antara Desa Mentulik dan Desa Rantau Baru. Wilayah panjang ini juga melintasi 2 sungai, yaitu Sungai Kampar Kiri dan Sungai Kampar yang jadi sungai utamanya
Sejak dari Mentulik, hampir setiap
kali para aktivis menjumpai adanya kegiatan memancing. Ada yang memancing dari
tepian sungai dan ada pula yang memancing dengan bantuan alat transportasi.
Alat transportasi yang digunakan adalah perahu dayung,robin (baca:
perahu motor), dan pompong atau perahu motor dari kayu yang berukuran
lebih besar dari robin.
Salah seorang aktivis River
Defender, Dodi Fadilah secara kebetulan juga seorang penghobi kegiatan
memancing. Menurutnya wilayah ini telah lama dikenal sebagai daerah tujuan bagi
para pemancing.
“Para pemancing umumnya menuju
Mentulik, Singawek dan Langgam,” ujar Dodi menjelaskan.Tak hanya pemancing lokal yang
mengunjungi wilayah ini, tapi juga para pemancing profesional dari Pekanbaru.
Para mancing mania asal Pekanbaru ini umumnya datang dengan peralatan pancing
yang sangat lengkap untuk memancing selama 1-2 hari penuh.
Untunglah akhirnya para aktivis
sempat bertemu dengan dua orang warga Singawek. Mereka pun lalu berbincang
dengan kedua warga Singawek tersebut. Adalah Pak Kaharudin, seorang lelaki tua
berusia 60 tahun yang kemudian bercerita panjang lebar soal kegiatan memancing
di sepanjang Mentulik hingga Langgam ini. Menurut Pak Kaharudin, Singawek
selalu menjadi tempat tujuan wisata pancing. Begitu terkenalnya wilayah ini,
hingga banyak pejabat pemerintah dari Pekanbaru yang datang melempar kail.
Bahkan bekas gubernur Riau, Saleh Djasit juga pernah memancing di sini.
Mereka biasanya datang memancing
pada hari Sabtu/Minggu atau hari libur. Aktivitas memancing ini umumnya
bertambah ramai saat air sungai sedang surut. Mereka menyewa perahu maupun pompong
dari warga Singawek. Harga sewanya tidak terlalu mahal. Untuk sebuah perahu
dayung, uang sewanya selama sehari penuh hanya Rp 30.000. Sementara itu untuk
sebuah robin, hanya Rp 100.000 per hari tanpa BBM. Jika ingin menyewa pompong
karena berukuran lebih besar dan nyaman, para pemancing hanya butuh merogoh
koceknya sebesar Rp 250.000 s/d Rp 350.000 per hari tanpa BBM.
Pak Kaharudin juga mengantar para aktivis River Defender untuk mengunjungi salah satu lubuk (tempat ikan) di kampung ini sambil memancing. Lubuk-lubuk ini biasanya selalu jadi titik pemancingan. Beberapa lubuk yang sering jadi titik pemancingan adalah Kuala Singawek, Teluk Sontok, Teluk Umbai, Teluk Gading, Teluk Mengkudu, Teluk Danau Paki, Kuala Langgai, Teluk Beringin, Teluk Pekuburan, Bakung, dan Lubuk Kuala Kampar.
Cukup banyak jenis ikan yang biasa menjadi target wisata pancing di Singawek. IkanBaung, Selais, Singgarat, Idung Budak, Kapiyek, dan Juoaro dapat dijumpai di sini. Jika beruntung, terkadang para pemancing dapat memperoleh ikan Tapah dan Patin berukuran besar di sini. Rudi Hartono (35 th), warga Singawek lain yang ditemui, mengatakan bahwa dua minggu lalu para pemancing yang datang rata-rata bisa mengangkat 5 kg ikan dari pancingnya.
Penuturan kedua warga Singawek ini
tampaknya bukan isapan jempol belaka. Aliran Sungai Kampar Kiri di Singawek
adalah wilayah yang selalu dijaga kelestariannya oleh warga setempat. Ninik
Mamak setempat juga menetapkan sanksi yang berat pada orang-orang yang merusak
wilayah sungai ini. Bahkan ada sebuah aturan yang melarang keras masuknya orang
di luar warga desa untuk memasuki aliran Sungai Singawek. Ini adalah sebuah
sungai kecil yang bermuara di Sungai Kampar Kiri. Bagi orang luar yang ingin
memasukinya, maka ia haruslah memiliki saudara yang jadi warga Singawek dan
sepengetahuan warga Singawek. Bagi warga Singawek sendiri, ditetapkan adanya
retribusi sebesar Rp 1.000 setiap kali memasuki Sungai Singawek. Retribusi ini
diperuntukkan bagi upaya pembangunan mesjid.
Ketika akhirnya tim ekspedisi
Susur Kampar ini melanjutkan perjalanan, selalu saja berpapasan ataupun
menjumpai para pemancing yang sedang beraksi dengan kailnya. Jadi, bagi para mancing
mania yang ingin merasakan strike di sungai, coba lah ke Mentulik,
Singawek, atau Langgam bro!!!
Bisnis Survey Online dan Klik Iklan Berbayar 2016
Bisnis Survey Online dan Klik Iklan Berbayar 2016
sumber:http://kamparriverdefender.blogspot.co.id/2010/06/wisata-memancing-diantara-mentulik-dan.html
0 komentar:
Posting Komentar